Anak – anak Gembira Belajar Tanggap Bencana

SDIT Anak Sholeh Praya Lombok Tengah, kedatangan tamu istimewa Herman Husdiawan, Kerajaan Dongeng Indonesia. Mereka diajarkan pendidikan tanggap bencana, melalui dongeng.
DEDI SS – Praya

“Awas ada runtuhan bangunan, pegang kepala masing – masing, ayo lari selamatkan diri!”. Demikian, sepenggal seruan Herman Husdiawan, atau akrab disapa Kak Wawan, saat memberikan pendidikan tanggap bencana di SDIT Anak Sholeh Praya. Pesertanya, dari siswa TKIT, SDIT dan SMPIT.

Para Guru, Kepala Sekolah (Kasek) bahkan para orang tua, ikut memeriahkan sembari mengawasi anaknya masing – masing. Ternyata, cara seperti itu, anak – anak dengan cepat menangkap, mereka riang gembira. Sesekali, Kak Wawan menyampaikan dongeng, sesekali pula mengajak mereka mempraktekkannya. Isinya, cara menyikapi gempa, yang sewaktu – waktu bisa saja terjadi.

Kemudian, bagaimana cara berteriak meminta pertolongan, lari ke tempat yang aman. Lalu, tetap berdo’a kepada Sang Maha Pencipta. “Yang jelas, dongeng itu menyenangkan, mampu membangun mental anak – anak,” ujar Pembina Kerajaan Dongeng Indonesia NTB Kak Wawan.

Bisa dikatakan, selama aksi dongeng berlangsung, kebanyakan tawa dan canda. Yang tidak kalah pentingnya, kata Kak Wawan sekolah harus aman. Menurut pemerintah, sekolah aman itu ada tiga pilar yaitu, fasilitas harus aman, adanya manajemen bencana dan pendidikan pengurangan resiko bencana.

Sekolah harus menyiapkan jalur – jalur evakuasi, sehingga dengan cepat dan mudah para siswa menyelamatkan diri mereka masing – masing. Setiap enam bulan sekali, paling tidak sekolah juga menggelar simulasi tanggap bencana.

“Kami merespon positif kegiatan ini, luar biasa. Jadi, ke depan kami berkomitmen mengadakan simulasi,” cetus Kasek SDIT Anak Sholeh Praya Fitriani.

Kegiatan yang dilaksanakan Kak Wawan sendiri, menyasar beberapa sekolah di pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Sudah berlangsung, satu bulan lamanya. Dalam pelaksanaannya, antusiasme tidak saja datang dari lembaga pendidikan. Tapi, masyarakat pada umumnya yang ikut menyaksikan dan mendengarkan aksi Kak Wawan.

Inilah, ungkap Kak Wawan program pendidikan dan kemanusiaan, melalui Yayasan Sahabat Anak dan Orang Tua. “Anak Indonesia tanggap bencana, cinta sesama,” lanjutnya.

Bagi Kak Wawan, besar harapan kegiatan yang dilaksanakannya itu, dapat mengurangi resiko bencana alam. Namun, warga dimana pun berada di NTB, tetaplah berdo’a, semoga tidak terjadi apa – apa. “Kami berharap, pihak – pihak terkait ikut mendukung dan mensukseskan ikhtiar kami ini,” ujar Kak Wawan